Sekretaris
Komunitas Stanza Radio Nirmala (STARLA) ini mengaku agak kesulitan dalam
melengkapi persyaratan dikarenakan lembaga perkumpulan berbasis komunitas yang
diurusnya memang baru terbentuk.
Meski demikian,
semangatnya terpancar dari senyum tipis pasca Badan Pengawas PEMILU (BAWASLU)
Penukal Abab Lematang Ilir menyerahkan Sertifikat Akreditasi pemantauan.
“Sebetulnya
tidak ada yang khusus dan memberatkan, semua organisasi bisa diakreditasi
BAWASLU untuk pemantauan termasuk individual yang dapat difasilitasi untuk
bergabung dengan lembaga pemantau” terang Neysha usai acara Sabtu sore itu
(03/02/24).
“Syarat yang
disebutkan dalam Undang-Undang juga sifatnya normatif. Namun karena Komunitas
STARLA baru saja terbentuk setahun silam dan belum banyak pengalaman
berkegiatan apalagi mengenai kepemiluan, sehingga dalam menyusun proposal masih
terdapat kekurangan berkas” sambung Eca nama panggilannya.
Neysha jg berharap, tahun-tahun berikutnya Komunitas STARLA dapat diikutkan dalam Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diselenggrakan BAWASLU, sehingga aktivitas pemantauan, pengetahuan dan keterampilan kader-kader pengawas dan pemantau Pemilu lebih partisipatif dan berkualitas.

Senada dengan
Neysha, Ketua Komunitas STARLA, Hengky Yohanes mengatakan bahwa aktifitas
pemantauan dan pengawasan lembaganya sejalan dengan tugas dan fungsi jurnalis
sebagai profesinya saat ini.
“Anggota tim pemantau rata-rata jurnalis bang. Personil yang secara rutin melakukan kerja-kerja jurnalistik, sebagian juga kami libatkan dari unsur anggota Lembaga Pers Siswa dibeberapa sekolah untuk pengkaderan” terang Hengky pada wartawan usai penanda tanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama Pemantauan dengan BAWASLU.

Terpisah, Ketua BAWASLU, Lestrianti, AM.Kep., membenarkan bahwa Komunitas STARLA telah
terakreditasi dengan nomor 001/PM.05/K.SS-13/01/2024 tertanggal 31 Januari
2024.
“Iya mas, malah Komunitas
STARLA adalah satu-satunya Lembaga Pemantau PEMILU yang mendaftar di BAWASLU,
kami sangat mengapresiasi kerelawanan dan partisipatif lembaga ini” ujar
Lestriani didampingi 2 komisioner dan staf kantor BAWASLU lainnya.
Dijelaskan
Lestri pula bahwa pengawasan
partisipatif ini merupakan upaya mentransformasikan kekuatan moral menjadi
gerakan sosial dengan konsekuensi memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang
kepemiluan dan teknik pengawasan.
Pengawasan
partisipatif ini dibangun atas dasar kesadaran, kerelawanan dan panggilan hati
nurani untuk ikut berperan serta mewujudkan pemilu yang berkualitas.
Untuk diketahui, berikut nama-nama anggota tim pemantau :
Hengky Yohanes,Neysha Aulia Kinanti, Mei
Sri Wurianti, Dimas Aprilia, Pidin C. Oteh, Enjelia Purwanti, Illa
Safitri, Rahmawati
Saputri, Disa
Putriyani, Siami, Nutri Anis Marsanda, Jajak
Suharja, Muhammad Susanto, Sonny Paras Dewa, Yoga
Dwi Sandi, Aang, Eddi Saputra, Ena sartika.
Tulis Komentar